Minggu, 14 November 2010

Kebarat-Baratan

Kebarat - baratan.
Kalo ngedenger ato ngebaca kata - kata itu apa yang ada di pikiran temen2?
Pasti sesuatu tentang minum, clubbing, pergaulan bebas, dll.

Ya, menurut saya itu adalah stereotype dari "kebarat-baratan". kalau orang indonesia melakukan sesuatu seperti di atas pasti disebut kebarat-baratan.

Berdasarkan analisis amatir dari dalam diri saya, sebenarnya kita bisa mengklarifiasikan "kebarat-baratan" menjadi 2 kelompok :
1. Kebarat-baratan A.
2. Kebarat-baratan B.

Saya mengklasifikasikan A dan B, terserah temen2 mau nganggap yang mana yang baik atau gak baik untuk kalian.

Kebarat-baratan A.
Model ini sering banget ditampilkan di sinetron Indonesia.
Contohnya seperti yang udah saya sebutkan sebelumnya. Yang menjadi stereotype selama ini. clubbing, minum, dll..

Kebarat-baratan B.
Model ini yang menurut saya bagus dan bagi saya menghancurkan stereotype di kepala saya selama ini. Yang saya klasifikasikan sebagai kebarat-baratan B adalah budaya tepat waktu, diskusi, aktif bertanya, kritis, dll.
model B ini yang seringkali gak terekspose oleh sinetron.

Intinya, menurut saya kebarat2an bisa kita anut dan bisa kita pilih yang baik menurut kita.
mau pilih yang mana?

Senin, 08 November 2010

Sumpah Pemuda Dari Halifax

28 Oktober. Genap 82 tahun yang lalu, para pemuda dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dan berikrar sebuah janji tentang tanah air, bangsa, dan bahasa. Janji tersebut menjadi cikal bakal lahirnya sebuah negara pada 17 tahun kemudian. Indonesia.

Sampai saat ini, peristiwa itu tetap dikenang oleh seluruh warga Indonesia, termasuk saya dan teman teman peserta Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada 2010 -2011 yang saat ini sedang berada di Halifax, Nova Scotia, Canada. Tepatnya tanggal 5 November 2010, walaupun sedikit terlambat, kami melakukan Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda di sini. Upacara peringatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut kedatangan kakak kami semua dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia, Bang Mirhan, serta Kak Aco, dan Fracois Tardif selaku direktur Canada World Youth (CWY).

Hari itu, sejak pagi hari, kami semua peserta baik dari Indonesia maupun Canada, melakukan aktivitas Language Lesson. Kegiatan ini adalah kegiatan belajar bahasa. Hari itu, peserta Indonesia mengajarkan Bahasa Indonesia kepada peserta Canada, dan peserta Canada mengajarkan Bahasa Prancis kepada peserta Indonesia. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang berlangsung setiap hari Jumat.

Setelah itu selesai, Bang Mirhan, Kak Aco, Francois Tardif datang ke tempat kami. Kegiatan penyambutan pertama - tama dilakukan dengan menyanyikan lagu dan tarian Sajojo, serta menyanyikan lagu kebanggaan Laskar Matahari (Tim Halifax-Depok). Wavin' Flag. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan menceritakan kegiatan yang telah kami lakukan selama berada di Canada. Kelompok pertama menceritakan tentang Host Family. Kemudian kelompok berikutnya menceritakan tentang workplacement, dan kelompok terakhir menceritakan tentang group dynamic. semua kelompok melakukan presentasi yang luar biasa. Kreatif.

Selanjutnya, waktu makan siang, host dad dari salah satu peserta, membuatkan pizza yang sangat enak untuk kami. Kami ubah aula menjadi "restoran" dengan hidangan pizza yang sangat enak. Saat itu juga kami kedatangan sala seorang alumni program yang saat ini sedang berada di Halifax, Ian. Dia menceritakan pengalamannya selama di Desa Depok, dia juga memperlihatkan foto - fotonya selama program, mengingatkan saya dengan Bandung, yang berada pada satu provinsi dengan Desa Depok. Kegiatan makan siang bersama akhirnya selesai seiring dengan waktu sholat Jumat. Kami yang beragama Islam pergi menunaikan ibadah sholat Jumat di Mesjid yang berada tidak jauh dengan basecamp kami.

Setelah selesai, kami melaksanakan upacara peringatan Sumpah Pemuda. Dengan sederhana tapi serius dan khidmat, kami melakukan upacara. Dan Bang Mirhan menjadi Pembina Upacara saat itu. Kami menyanyikan lagu Indonesia Raya di hadapan Sang Merah Putih.
Kemudian datanglah giliran saya, yang mendapat tugas membacakan Naskah Sumpah Pemuda. Agak sedikit tegang saat itu, takut keseleo lidah waktu membacakannya, untunglah itu tidak terjadi. Naskah Sumpah Pemuda dalam Bahasa Inggris dibacakan oleh Dayu, peserta dari Bali. Setelah itu, tidak lupa kami menyanyikan lagu nasional Tanah Airku.

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang mahsyur permai dikata orang

Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku merasa senang
Tanahku tak kulupakan
Tetap kubanggakan

itu menjadi bait favorit saya saat ini.

Setelah itu kami juga menarikan tarian khas Indonesia yang berasal dari Aceh. Tari Liko Pulo. Walaupun hanya sekali latihan, saya rasa penampilan kami semua cukup bagus. saya salut dengan peserta dari Canada yang sangat cepat belajar tarian itu.

Kegiatan hari itu ditutup dengan games. Games yang sama dengan yang kami mainkan saat Pre Departure Training. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, dan kaki masing - masing peserta diikat satu sama lain. Dan kami harus berjalan dari garis start hingga garis finish. Yang terlebih dahulu sampai, mereka yang menang. Kami bermain bersama Bang Mirhan, Kak aco, dan Francois Tardif serta istri dan anaknya.


Akhirnya tak lupa kami berfoto2



Jumat, 05 November 2010

Pay It Forward

This time I'll tell you about my workplacement in Canada World Youth Program. For three months I'll work for volunteering at Big Brother Big Sister (BBBS). BBBS is organization who organize mentoring for children from their Big Brother/Sister. There I do a general office job, sorting greetings card, filing the document, photo copying, etc.

ganti bahasa..

kerja saya di sini lebih mengandalkan otot daripada otak. Tapi saya banyak dapet pelajaran penting di sini. Yang paling menarik buat saya adalah satu hal penting yang mungkin sering dilupakan orang. Apresiasi.
Di tempat kerja saya ada program yang namanya "pay it forward". Apakah itu? Itu adalah program untuk mengapresiasi seluruh staff yang udah kerja lebih daripada jobdescnya secara sukarela. Contohnya. Ngehemat pengeluarang, kerja lembur, bantuin sesama staff yang lagi butuh bantuan, dll. Program ini bisa berlaku untuk siapa aja. Seluruh staff.
Caranya, kalau kami mau ngucapin terima kasih untuk bantuan sesama staff, kita bisa tulis di post it dan tempelin post it itu di mading mereka, dan nama yang ada di mading itu adalah nominasi untuk dapet "penghargaan" pay it forward.
Biasanya di staff meeting, setiap kamis, udah banyak nominasi yang masuk. Udah gitu mereka undi nama - nama nominatornya. Dan yang menang undian, bakal dapet hadiah.
Yang buat saya surprise, saya baru tiga minggu kerja di sana, dan minggu kemarin saya masuk nominasi buat pay it forward, sayangnya saya gak dapet di undiannya.
poinnya, kami di sini gak liat senioritas, siapa yang udah bertahun2 di sana dan siapa yang baru gabung di sana. Selama mereka melakukan sesuatu yang baik mereka akan diapresiasi. Dan rasanya sangat senang mendapat apresiasi. Kerja kita dianggap.
Dan siapa saja bisa dapet apresiasi.

Kamis, 21 Oktober 2010

Catatan Tata Kota dari Halifax

Akhirnya ada kesempatan buat nulis lagi. Kali ini saya ingin nulis tentang gimana perencanaan kota di Halifax. Ya, mungkin gak terlalu mendalam karena saya belum sempet ketemu banyak orang untuk share tentang ini. Jadi saya nulis ini berdasarkan yang saya liat aja, dan cerita dari Host Mom, Supervisor kerja saya, dll.

Ya, kebetulan saat ini saya belum dapet kerjaan tetap, saya sementara kerja volunteering di Community Action on Homelessness. Organisasi non profit yang melakukan Community service buat orang - orang yang gak punya rumah di Halifax. Secara garis besar kerjaan mereka adalah, mendistribusikan dana dari pemerintah untuk kegiatan sosial bagi orang homeless. Fokus utama mereka adalah, nyediain makanan (kopi) tiap pagi, konsultasi kesehatan, pendidikan, dll. Dan saya dilibatkan dalam kegiatan, namanya Tent City. Ini kegiatan bertenda semalem untuk ngehibur orang2 homeless. Ada panggung buat musik dan workshop juga di acara ini.

Ok kita mulai laporan ini. Saya keleu bepergian kemana2 jalan kaki. Karena rumah saya di sini terletak di Downtown, jadi enak, deket kemana2. Dan Halifax ini sangat dingin bagi orang Indonesia, walaupun masih 10-15 derajat Celcius, tapi kami udah pake jaket, kupluk, sarung tangan. sedangkan orang canada pake jaket doank. Ya, cuaca yang sejuk ini sangat enak dinikmati sambil jalan kaki. Apalagi dengan Trotoar yang luas, dengan signage buat pejalan kaki yang sangat jelas. Gak ada PKL di trotoar sini. Ada juga dikit di titik tertentu, dan itupun gak ganggu pejalan kaki. Yang penting, kalo mau nyeberang jalan gampang bgt. Rambu2 nya jelas dan para pengendara mobil (mobil pribadi, bus, truk gede sekali pun) kalo ada yang mau nyeberang, pasti mereka kasih jalan. Mereka menghormati pejalan kaki.


Trotoar

Zebra cross dan rambu

Terus pas saya belum dapet kerjaan, waktu itu jalan2. Sambil jalan, saya liat2 juga gimana Bangunan2 Halifax. Yang saya salut dari kota ini, penataan kota dan bangunannya sangat mempertahankan bentuk aslinya. Toko toko merenovasi dan mendekorasi bagian depan bangunan mereka, tapi gak ngubah bentuk bangunannya. Gak jarang juga ada toko yang dari luar kayak rumah biasa, tapi pas masuk.. Banyak jualannya.. Gitu juga sama rumah di sini. Orang2 gak berlomba2 untuk meninggikan rumahnya, dan dari luar behkan terlihat sederhana dan sejenis, tapi pas masuk, dalemnya mewah.

Toko (dekor n renov cuman bawahnya aj)


Rumah

Ada bus yang bisa digunakan untuk bepergian jarak jauh. Ada shelter yang nyaman juga untuk nunggu bus itu. Jurusan bus itu ada nomernya. Jadi bisa diliat nomer berapa yang ke arah mana. dan, bus ini juga punya road map. Jadi kalo saya mau pergi agak jauh, biasanya liat peta dulu, mau pergi ke arah mana. Dan di sana tercantum bus nomor berapa yang bisa dipake. kalo gak jelas, mereka punya customer service, tinggal ditelepon.


Bus kota Nomor 1

terus, jalur sepeda juga ada di sini. kalo ada wilayah yang gak ada jalur sepeda, mereka pake sepeda di trotoar. Untuk ruang terbuka hijau, kebetulan rumah saya deket sama taman yang sangat luas. Taman yang sangat luas itu terdiri dari berbagai taman yang penggunaannya beda2. Banyaknya rumput buat main sama anjing2. Tapi ada 3 lapangan baseball nya. Ada jalan setapak, air mancur. track jalan n jogging. Di taman yang lain, ada playground buat anak2, dan area skateboarding. Itu taman deket rumah saya. Ada lagi taman kota, yang kegunaannya lebih untuk santai2, duduk2.
Akhirnya saya tau signage ini untuk apa

Sekian dulu laporan untuk kali ini.


Selasa, 19 Oktober 2010

Resolusi Akhir Tahun

ga kerasa udah akhir taun lagi. Biasanya setiap akhir taun saya melakukan refleksi apa aja yang udah saya lakukan di tahun sebelumnya, dan saya juga bermimpi, berangan2 buat tahun depan mau ngapain.

Ok sampailah saat itu pada akhir Desember 2009. Setelah berefleksi, saya mulai mikirin, mau ngapain nih di taun 2010. Dan tiba2 saya inget suatu film, judulnya The Bucket List. Film itu bercerita tentang daftar kegiatan yang ingin dilakukan seserorang sebelum dia mati. Tapi list kegiatan itu cenderung biasa2 aja. Terus sama temennya ditantang untuk melakukan hal yang lebih ekstrim lagi sebelum mati. Dan akhirnya.... tonton sendiri.

Saya waktu itu tersindir juga, kenapa ya gak sekalian aja bikin list yang besar, bikin sebuah resolusi yang ekstrim di 2010 ini. Akhirnya waktu itu saya tulis, "di tahun 2010 saya mau ke luar negeri". Waktu itu masih gatau mau ngapain, apa liburan, beasiswa, atau yang lainnya. Masih mimpi liar mungkin nafsu sesaat. Tapi gapapa lah, itu cukup ekstrim juga, lagian saya belum pernah ke luar negeri sebelumnya. Lumayan kalo jadi.

waktu jalan terus, saya lupa2 inget sama itu. Terus sampailah saya waktu buka facebook, terus buka webnya PCMI Jabar. Wah kesempatan ni. Akhirnya sy coba ikut seleksi Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada. Setelah serangkaian proses seleksi, alhamdulillah.

Sekarang tepat 1 tahun setelah saya buat resolusi itu. Yang pasti tetep ada proses evaluasi dan resolusi buat tahun depan, 2011. Dan saya g akan menggembar gemborkan resolusi sy. Kalo trcapai nanti saya share. Hho..

Alhamdulillah, 2010 was the great year. There were a lot of new experiences I got. I hope everything will be better next year. Goodbye 2010, welcome 2011.

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia.. Teruslah bermimpi, Ridzki!

Sabtu, 16 Oktober 2010

Nocturne Art Festival of Halifax

Gak datang ke Pasar Seni ITB di Jalan Ganeca no. 10 tanggal 10, bulan 10, tahun 2010, selama 10 jam sedikit terobati dengan datang ke Nocturne Festival, Festival seni di Halifax yang diadain 1 tahun sekali. Formatnya seperti Dago festival (festival dulu di Bandung). Dengan panggung yang banyak dan perform dilakukan di waktu yang sama. Weekend ke tempat ini seru juga.. Dari sekian banyak perform, yang kita lakuin dan kita tonton adalah..

1. Naik Fery nyebrang laut kecil gitu, gratis. Di fery, kita disuguhin penampilan tari dari Africa. Perempuan yang nari, diiringi pukulan Jimbe. Tariannya menarik si, tapi agak sayang aja, penarinya gak pake baju tradisionalnya, cuman pake t shirt, jadi kayak lagi latihan.

2. Kita terus ke panggung pertama, isinya adalah tarian lagi. Kali ini tariannya bagus, tari perut gitu, lengkap dengan kostum dan musik yang meriah, penarinya pake pedang lagi, keren. Tapi kalo diliat2 gerakannya jadi inget Dewi Persik, hhe. Terus, barisan paling depan penuh dengan anak2, hhaa.. Ya, seni tarinya bagus bgt...

3. Ini yang seru. Haunted House.!!!
Penasaran, gara2 abis nonton film "Keramat" sama Andrei sebelumnya, jadi masih euphoria hantu2 gitu. Akhirnya dengan penuh semangat kita pergi ke Rumah Hantu. Tapi cukup mahal. $8 a.k.a Rp 72.000. OMG.!!
dan di dalamnya, host fam saya sama Amy agak takut gitu, tapi saya, Denny, Andrei, Richard malah ketawa2, lucu aja. Kalo menurut saya, hantu Canada kurang menakutkan, ada ruangan yang isinya kelap kelip hantu, udah kayak disco bareng tengkorak, banyak yang ngagetin gitu. Yang paling seru, di sesi terakhir, di Ladang jagung. Hantunya bawa gergaji mesin.. gaul banget.!! terus pas dia ngedeketin saya, saya bilang, "Don't play with that, it's dangers.!" hahaha lagi ditakut2in malah nasihatin tuh hantu, lucu bgt...

Ngomong2 soal hantu. Hantu Indonesia tuh kalo dipikir2 lebih beragam ya. Indonesia beragam dalam budaya dan hantunya.. Hahaha.. Ada pocong, tuyul, kuntilanak, kolor ijo, suster ngesot, dll.
Waktu itu nonton film "Keramat" sama Andrei, dan dia interest bgt sama hantu Indonesia, haha..
btw, nonton film hantu Indonesia di Canada gak begitu takut lho.. Hantu Indonesia kan gak punya paspor ini, hahaha....

4. Naik fery lagi. hiburannya sekarang ukulele choir. Keluarga Paduan Ukulele Halifax. Lucu nih, yang main ukulelenya beragam ada anak muda, bapak2, kakek2, nenek2, banyak bgt. mereka main ukulele sambil nyanyi, tapi kayaknya banyak yang gak apal lagunya, haha.. seru2an aja jadinya, ada salah2nya tetep ketawa2..

5. Circus of Halifax
Ini juga seru.. banyak macemnya sirkus yang mereka mainin. Pertama, ada yang main api gitu, kayak salah satu peserta Indonesia Mencari Bakat. Tapi bedanya, mereka pake DJ, haha gaol bgt..
tarus banyak macemnya, udah lama gak liat sirkus. Ada jugling, sepeda roda satu, enggrang, senam akrobatik gitu, dll. Dan terakhirnya saya ikut undian belajar sirkus gratis. siapa tau menang, haha lumayan pulang2 bisa jadi badut kalo ada yang ulang taun.... hhe..

Lumayan, Nocturne Art Festival Halifax mengobati ketidakhadiran saya di Pasar Seni ITB yang diselenggarain 4 tahun sekali...

Jumat, 15 Oktober 2010

Simfoni Indonesia Jaya di Jiwaku

Saya lagi seneng dengerin Lagu bertema Indonesia saat ini. Entah kenapa, apa karena lagi di negeri orang? Apa karena kangen negeri sendiri? Atau gimana?
Yang sata sadarin sekarang, dan saya bertanya2 dalam diri sendiri?
kenapa ya kita kadang2 gak sadar dan bersyukur dengan apa yang kita punya? dan baru merasa kehilangan setelah hal itu pergi atau jauh dari kita?

Seperti Indonesia, kadang saya kesel juga sama negara ini, macet, sampah dimana2, PKL, becek polusi, kayaknya semua ada. Dan saya jarang bersyukur dengan ke-Indonesia-an saya.

Simfoni Raya Indonesia

Indonesia
irama denyut nadimu
detak-detak jantungmu bertalu
berpadu satu
menggubah lagu
simfoni raya
Indonesia

Indonesia
alunan laut nan permai
belaian bayu lalu membuai
merayu sukma
mengundang rasa
damai dan cinta
Indonesia

simfoni raya Indonesia
berkumandang ke penjuru dunia
simfoni raya Indonesia
bergema membah'na memenuhi semesta

Indonesia
simfoni laras terpadu
mendayu dalam kalbu rakyatmu
menggugah rasa
bakti dan setia
pada negara
Indonesia

Di tengah malam ini saya kepikiran tentang itu, ternyata pas lagi jauh saya ngerasain kalo negara ini sangat kaya, unik, dan yang pasti punya karakter yang gak ada di negara lain. Gak usah jauh - jauh ngomongin politik dan segala macem deh. Coba bayangin hal yang simpel.
Makanan, iklim, temperatur, budaya tradisional. Kalo tentang itu, tau lah saya akan pilih yang mana...

Indonesia Jiwaku

Pada mulanya hanya mitos belaka
Kemudiannya menjadi nyata
Indonesia mengeja watani dunia
Adi nugraha Yang Maha Pencipta

Nun dari Sabang sampai ke Merauke
Membentang luas nusa nan permai
Indonesia Negeri yang sangat kucinta
Dengarlah bisikan Patriot Bangsa

Indonesia jiwaku
Bersemayam di hayatku
Indonesia semangatku
Kan kubela sepanjang hidupku

Jadi inget masa2 akhir PDT, kita semua disumpah untuk selalu menjaga nama baik Indonesia di depan Bendera merah putih di tengah malem, cuman pake cahaya lilin doank. Suasana waktu itu sangat khusyuk, sepi, dan tegang juga baca sumpah. tapi ini amanah yang harus saya dan semua warga Indonesia laksanakan. Udah gitu akhirnya saya cium bendera merah putih yang 65 Tahun lalu susah payah dikibarkan para pejuang.

Indonesia Jaya

Hari-hari Terus Berlalu
Tiada pernah berhenti
Seribu rintang jalan berliku
Bukanlah suatu penghalang

Hadapilah segala tantangan
Mohon Petunjuk yang kuasa
Ciptakanlah Kerukunan Bangsa
Kobarkanlah, dalam dada
Semangat jiwa Pancasila

Hidup tiada mungkin
Tanpa perjuangan
Tanpa pengorbanan
Mulia adanya
Berpegangan tangan
Dalam satu cita
Demi masa depan
Indonesia Jaya

Tiga lagu tersebut mengiringi saya dalam menulis blog ini. Semoga dengan pengalaman yang saya dapat ini, saya bisa jadi orang yang lebih baik, yang menghargai apa yang saya miliki, termasuk Ke-Indonesia-an saya.....